Appointment

Komedo - Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Komedo
  • dr. Claudia
  • 10 Jul 2026

Apa itu komedo?

Komedo merupakan gambaran tersumbatnya pori-pori. Secara umum, komedo dibagi menjadi 2 jenis, yaitu komedo hitam/ blackhead dan komedo putih/whitehead. Komedo terbentuk ketika sel-sel kulit mati bercampur dengan sebum berlebih dan kotoran lainnya menyumbat pori-pori. Setelah campuran ini mencapai lubang pori di permukaan kulit dan mengalami oksidasi, maka permukaannya berubah warna menjadi kehitaman, sehingga dinamakan komedo hitam/ blackhead. Komedo hitam cenderung muncul di area kulit yang berminyak, seperti T-zone (dahi, hidung, dan dagu), terutama di sekitar area hidung.

Tidak seperti komedo hitam, komedo putih ditutupi oleh lapisan kulit yang tipis, sehingga zat yang terperangkap di dalamnya tidak mengalami oksidasi dan berubah menjadi hitam. Sebaliknya, mereka menumpuk sebagai benjolan putih di kulit.1,2

Cara mengobati komedo

Beberapa rutinitas perawatan kulit yang dapat dilakukan untuk mengatasi komedo: 1,2

1. Cuci wajah dengan sabun pembersih wajah yang lembut, hindari terlalu menggosok wajah karena dapat menyebabkan iritasi.

2.  Hindari penggunaa strip penghilang komedo. Strip pori hanya menghilangkan bagian permukaan komedo dan tidak berpengaruh pada pori-pori, artinya pori-pori dapat dengan cepat tersumbat kembali.

3.  Menggunakan bahan eksfoliasi yang mengandung asam salisilat (BHA). BHA membantu mengelupaskan sel kulit mati yang biasanya bercampur dengan sebum di pori dan berisiko berubah menjadi komedo. BHA dapat digunakan untuk mengobati komedo  serta mencegah pembentukan komedo di masa mendatang.

4.  Golongan retinoid seperti retinol, retinal , atau tretinoin dapat digunakan untuk mengobati komedo. Namun pemakaian bahan ini perlu dalam pengawasan dokter karena sangat iritatif

5. Selain pengobatan topikal, ada beberapa tindakan perawatan kulit untuk mengatasi komedo, seperti facial yang memiliki tahapan ekstraksi komedo secara manual. Tindakan ini hanya dilakukan oleh tenaga medis yang sudah berpengalaman.

Referensi

1. Cunliffe WJ, Holland DB, Jeremy A. Comedone formation: etiology, clinical presentation, and treatment. Clin Dermatol. 2004 Sep-Oct;22(5):367-74. doi: 10.1016/j.clindermatol.2004.03.011. PMID: 15556720.

 

2.  Vasam M, Korutla S, Bohara RA. Acne vulgaris: A review of the pathophysiology, treatment, and recent nanotechnology based advances. Biochem Biophys Rep. 2023 Nov 23;36:101578. doi: 10.1016/j.bbrep.2023.101578. PMID: 38076662; PMCID: PMC10709101.