Appointment

Berkenalan Ulang dengan Obesitas

Obesitas
  • Lauretta
  • 10 Jul 2026

Obesitas bukan sekadar “kegemukan”, melainkan sebuah penyakit kronis kompleks yang berpengaruh pada kesehatan fisik dan metabolic. Obesitas memerlukan penilaian serta penanganan medis yang tepat, layaknya penyakit jantung atau diabetes. Obesitas dikaitkan dengan peningkatan risiko berbagai penyakit tidak menular seperti Diabetes Melitus tipe 2, penyakit kardiovaskular, sampai gangguan fungsi organ.1

Saat ini obesitas dapat dibagi menjadi pre-clinical obesity dan clinical obesity. Pre-clinical obesity merupakan kelebihan lemak tubuh yang belum menimbulkan gangguan fungsi organ atau menimbulkan gejala klinis, sedangkan clinical obesity merupakan kelebihan lemak tubuh yang sudah menyebabkan gangguan fungsi jaringan/organ atau membatasi aktivitas sehari-hari. Diagnosis klinis ini mempertimbangkan bukti perubahan fungsi atau komplikasi yang nyata, bukan hanya angka IMT. Pendekatan ini menekankan pengukuran tambahan (misalkan lingkar pinggang) dan penilaian komplikasi, agar identifikasi dan pengelolaan lebih tepat.2

Obesitas muncul dari interaksi faktor genetik, lingkungan, pola makan tinggi energi/minim serat, aktivitas fisik rendah, gangguan tidur, kondisi medis, dan beberapa obat. Faktor sosio-ekonomi dan lingkungan (akses pangan sehat, fasilitas aktivitas) juga berperan penting.3 Penanganan obesitas membutuhkan pendekatan multifaktorial seperti intervensi gaya hidup dengan perubahan pola makan (defisit kalori yang terstruktur), peningkatan aktivitas fisik, dan terapi perilaku. Hanya dengan penurunan 5–10% berat badan saja memberikan manfaat metabolik yang nyata (penurunan tekanan darah, HbA1c).4,5

Penanganan obesitas juga dapat dibantu dengan obat-obatan yang memberikan penurunan berat badan secara signifikan dan WHO merekomendasikan mempertimbangkan GLP-1 sebagai bagian dari paket pengobatan untuk orang dewasa tertentu, namun tetap harus dikombinasikan dengan intervensi gaya hidup.6,7

Siapa saja yang perlu waspada dengan obesitas?

·          Orang dewasa dengan IMT ≥ 25 kg/m²

·         Individu dengan lingkar pinggang tinggi atau rasio pinggang > 0,5

·         Mereka dengan gejala komplikasi metabolik seperti tekanan darah tinggi, gula darah naik, atau kadar kolesterol tinggi.

Apakah Anda memiliki risiko di atas?  Mulailah dengan dengan menilai risiko, fokus dengan pola hidup sehat, dan diskusikan riwayat kesehatan dengan tenaga kesehatan.

 

Referensi

1. Rubino F, et al. Definition and diagnostic criteria of clinical obesity. Lancet Diabetes Endocrinol. 2025 Mar;13(3):221-262. doi: 10.1016/S2213-8587(24)00316-4. Epub 2025 Jan 14. Erratum in: Lancet Diabetes Endocrinol. 2025 Mar;13(3):e6. doi: 10.1016/S2213-8587(25)00006-3. PMID: 39824205; PMCID: PMC11870235.

  1. Celletti F, Farrar J, De Regil L. World Health Organization Guideline on the Use and Indications of Glucagon-Like Peptide-1 Therapies for the Treatment of Obesity in Adults. JAMA. Published online December 01, 2025. doi:10.1001/jama.2025.24288Elmaleh-Sachs A, Schwartz JL, Bramante CT, et al. Obesity Management in Adults: A Review. JAMA 2023.

  2. World Health Organization. Obesity and overweight. 2024. Available from: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/obesity-and-overweight.

  3. Celletti F, Farrar J, De Regil L. World Health Organization Guideline on the Use and Indications of Glucagon-Like Peptide-1 Therapies for the Treatment of Obesity in Adults. JAMA. Published online December 01, 2025. doi:10.1001/jama.2025.24288

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia — KMK/PNPK / Pedoman tata laksana obesitas dewasa (2025).