Appointment

Sculptra - A Collagen-Stimulating Injectable

Sculptra
  • Anjani
  • 10 Jul 2026

Sculptra - A Collagen-Stimulating Injectable

dr. Anjani Larasati - Rassure Murni Teguh Pejaten

 

Sculptra merupakan injeksi estetika berbasis poly-L-lactic acid (PLLA) yang dirancang bukan sebagai pengisi instan, melainkan sebagai stimulator kolagen jangka panjang. Berbeda dari dermal filler berbasis asam hialuronat yang memberikan efek volumisasi segera, Sculptra bekerja dengan merangsang proses biologis alami tubuh untuk membentuk kolagen baru, sehingga menghasilkan perbaikan kualitas kulit dan volume wajah secara bertahap dan tahan lama.

Secara mekanisme, poly-L-lactic acid adalah polimer sintetis yang bersifat biokompatibel dan biodegradable. Setelah diinjeksi ke jaringan subkutan atau supraperiosteal, mikropartikel PLLA memicu respons inflamasi ringan yang terkontrol. Respons ini mengaktivasi fibroblas untuk memproduksi kolagen tipe I secara progresif. Seiring waktu, partikel PLLA akan terdegradasi menjadi asam laktat dan dimetabolisme melalui siklus Krebs, sementara jaringan kolagen baru yang terbentuk tetap bertahan dan memberikan efek rejuvenasi yang natural.

Indikasi utama Sculptra adalah untuk mengatasi age-related volume loss, terutama pada midface, temporal hollowing, cekungan pipi, garis nasolabial, serta contouring wajah secara global. Selain itu, Sculptra juga banyak digunakan untuk rejuvenasi non-bedah pada area non-fasial seperti leher, décolleté, lengan, dan bokong. Dalam konteks klinis, Sculptra sangat bermanfaat pada pasien dengan wajah kurus, tanda penuaan difus, atau pada pasien yang menginginkan hasil yang tidak tampak “terisi” secara instan.

Teknik injeksi Sculptra memegang peranan penting terhadap keamanan dan hasil klinis. Produk ini harus direkonstitusi dengan volume pengenceran yang adekuat dan didiamkan sebelum penggunaan untuk mengurangi risiko pembentukan nodul. Injeksi umumnya dilakukan dengan teknik deep subcutaneous atau supraperiosteal menggunakan kanula tumpul, dengan distribusi merata pada area target. Setelah prosedur, pasien dianjurkan melakukan pijat mandiri mengikuti prinsip “5-5-5” (5 menit, 5 kali sehari, selama 5 hari) untuk memastikan distribusi produk yang optimal.

Efek klinis Sculptra tidak muncul secara instan. Peningkatan volume awal yang terlihat segera setelah injeksi biasanya berasal dari cairan pengencer dan akan menghilang dalam beberapa hari. Hasil yang sesungguhnya mulai tampak setelah beberapa minggu, seiring terbentuknya kolagen baru, dan akan semakin optimal setelah rangkaian sesi selesai. Umumnya dibutuhkan 2–3 sesi dengan interval 4–6 minggu untuk mencapai hasil maksimal, dengan durasi efek yang dapat bertahan hingga 2 tahun atau lebih.

Dari sisi keamanan, Sculptra memiliki profil keamanan yang baik apabila digunakan sesuai indikasi dan teknik yang benar. Efek samping yang paling sering dilaporkan adalah edema sementara, eritema, nyeri tekan, dan memar ringan. Komplikasi yang lebih jarang namun penting untuk diantisipasi adalah pembentukan nodul atau papula subkutan, yang biasanya berkaitan dengan teknik injeksi superfisial atau rekonstitusi yang tidak optimal. Oleh karena itu, pemahaman anatomi wajah dan pemilihan kedalaman injeksi yang tepat sangat krusial.

Kesimpulannya, Sculptra merupakan collagen-stimulating injectable yang menawarkan pendekatan berbeda dalam peremajaan wajah dan tubuh. Dengan mekanisme kerja yang menstimulasi kolagen endogen, Sculptra memberikan hasil yang bertahap, natural, dan tahan lama. Pemilihan pasien yang tepat, teknik injeksi yang benar, serta edukasi mengenai ekspektasi hasil menjadi kunci keberhasilan terapi ini dalam praktik estetika modern.

Referensi 

  1. Vleggaar D, Fitzgerald R. Dermatological applications of poly-L-lactic acid. J Drugs Dermatol. 2008;7(3):263–268.

  2. Narins RS, Baumann L, Brandt FS, et al. A randomized study of the efficacy and safety of injectable poly-L-lactic acid for the correction of nasolabial fold deficiencies. Dermatol Surg. 2010;36 Suppl 3:1296–1308.

  3. Fitzgerald R, Vleggaar D. Facial volume restoration of the aging face with poly-L-lactic acid. Dermatol Ther. 2011;24(1):2–27.

  4. Lowe NJ, Maxwell CA, Lowe P, Shah A, Patnaik R. Injectable poly-L-lactic acid: three-year follow-up of efficacy and safety. Dermatol Surg. 2009;35 Suppl 1:344–349.

  5. Salles AG, Lotierzo PH, Gimenez R, et al. Evaluation of the safety and efficacy of poly-L-lactic acid injection for facial lipoatrophy. Aesthetic Plast Surg. 2008;32(2):263–270.