Rahasia Kulit Awet Muda dengan Penggunaan Sunscreen
Sunscreen
- Rani Sarasmita
- 07 Jul 2026
RAHASIA KULIT AWET MUDA DENGAN PENGGUNAAN SUNSCREEN
Sinar matahari dapat memberikan kehangatan dan energi, namun matahari juga mengandung efek berbahaya untuk kulit jika terpapar berlebihan. Sinar matahari terdiri dari sinar tampak (warna pelangi), inframerah (panas), dan ultraviolet (UV) yang tak terlihat. UV paling berbahaya bagi kulit dan dibagi menjadi: UVA, UVB dan UVC. Jenis UVA dan UVB merupakan gelompang yang menembus ke bumi yang paling sering terpapar dengan kulit.
Paparan UV berlebihan memicu sunburn (kulit merah melepuh), penuaan dini seperti keriput dan flek hitam, serta melemahkan sistem imun kulit. Jangka panjang, meningkatkan risiko kanker kulit (melanoma) dan penglihatan kabur akibat kerusakan mata. UVA merusak kolagen menyebabkan kulit kendur dan hiperpigmentasi, bahkan tembus kaca atau awan. UVB utama penyebab sunburn dan kanker kulit, paling intens pukul 10 pagi-4 sore. Keduanya bisa memicu radikal bebas yang merusak DNA sel kulit.
Sunscreen atau tabir surya dapar melindungi kulit dari sinar ultraviolet (UV) matahari yang berbahaya. Produk ini bekerja menyerap atau memantulkan sinar UV agar tidak merusak sel kulit. Umumnya sunscreen mengandung bahan kimia atau mineral seperti zinc oxide dan titanium dioxide yang bertindak sebagai perisai. Ada dua jenis utama: chemical sunscreen dan physical/mineral sunscreen.
Chemical sunscreen akan melindungi kulit dengan cara menyerap sinar matahari, kemudian mengubahnya menjadi energi panas yang tidak berbahaya bagi kulit. Teksturnya biasanya ringan, cepat meresap, dan tidak meninggalkan bekas putih, sehingga nyaman dipakai sehari-hari. Namun, jenis ini perlu waktu sekitar 15 menit setelah dioleskan sebelum kulit benar-benar terlindungi. Sementara, physical atau mineral sunscreen bekerja dengan menghalau sinar UV, seolah-olah membentuk lapisan pelindung di atas kulit. Sunscreen ini langsung efektif setelah digunakan dan lebih ramah untuk kulit sensitif atau mudah berjerawat, meski terkadang meninggalkan efek putih tipis di wajah.
Untuk penggunaan sehari-hari, sunscreen dengan SPF minimal 30 sangat disarankan karena sudah mampu melindungi kulit dari sebagian besar sinar UVB yang dapat menyebabkan kulit terbakar dan penuaan dini. Jika sering beraktivitas di luar ruangan, tinggal di daerah tropis, atau terpapar matahari dalam waktu lama, SPF 50 atau 50+ menjadi pilihan yang lebih aman karena memberikan perlindungan ekstra. Kedua jenis sunscreen ini sama-sama efektif jika digunakan dengan benar. Yang terpenting adalah memilih sunscreen yang terasa nyaman di kulit dan memakainya secara rutin setiap hari sesuai dengan kebutuhan kulit masing-masing.
Referensi
-
Gabros S, Patel P, Zito PM. Sunscreens and Photoprotection. In: StatPearls. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2025 Jan-.
-
Latha MS, Martis J, Shobha V, Sham Shinde R, Bangera S, Krishnankutty B, Bellary S, Varughese S, Rao P, Naveen Kumar BR. Sunscreening agents: a review. J Clin Aesthet Dermatol. 2013 Jan;6(1):16-26.
-
Salma Nuraini, Agung Brastama Putra, Anindo Saka Fitri. Sistem Rekomendasi Produk Sunscreen Berdasarkan Jenis Kulit Menggunakan Metode Forward Chaining Dan Profile Matching. JUPSIM [Internet]. 2024 Jan. 17 [cited 2026 Jan. 3];3(2):22-30. Available from: https://journalcenter.org/index.php/jupsim/article/view/2704